Sejarah, Visi, Misi Koperasi

Sejarah, Visi, Misi Koperasi

SEJARAH KOBETA

Koperasi Benih Kita Indonesia (KOBETA) diinisiasi oleh Forum Benih Lokal Berdaulat (Forum BLB) yang di dalamnya tergabung para penggiat dan pemerhati benih lokal (heirloom seed) Indonesia dan yang memperjuangkan kedaulatan petani Indonesia atas benih. KOBETA merupakan bagian dari langkah perjuangan gerakan Forum BLB dalam mewujudkan visi dan misinya. Saat ini KOBETA sudah mulai beroperasi (masa Pra-Koperasi) dan sedang dalam proses legalisasi.

Forum Benih Lokal Berdaulat (BLB) adalah forum terbuka sebagai wadah pengumpulan dan pertukaran benih asli lokal (heirloom seed), dan sarana berkomunikasi dan berjejaringnya para penggiat, penggerak dan pemerhati benih asli lokal di seluruh Indonesia. Forum BLB bergerak dibidang pelestarian dan pengembangan benih lokal asli Indonesia oleh petani-petani militan dengan segenap militansinya berjuang mempertahankan benih lokal asli nusantara, dengan keragaman karakternya, termasuk yang dianggap “tidak produktif” seperti padi yang baru panen setelah 7 bulan atau yang lainnya, karena diyakini bahwa setiap benih lokal asli memiliki kelebihan dan keistimewaan genetis yang dapat dikembangkan sebagai benih-benih inbrida. Forum BLB oleh karenanya juga mendukung pengembangan benih yang dilaksanakan oleh petani sendiri dan yang dapat dimanfaatkan oleh petani secara mandiri dan berkelanjutan.

Forum BLB tidak mendukung penguasaan pengembangan benih oleh korporasi yang menjadikan petani hanya sebagai pasar. Juga tidak mendukung pengembangan benih Hibrida dan Genetically Modified Organism (GMO), yang bukan hanya meragukan dampaknya bagi lingkungan hidup dan kesehatan, tetapi juga membuat petani bergantung dan makin tidak mandiri.

 

VISI, MISI, FOKUS KEGIATAN

Visi Forum BLB meliputi 2 aspek yaitu:

  1. Kedaulatan petani atas benih, dimana petani mandiri dalam menyediakan, memanfaatkan dan mengembangkan Benih Asli Lokal mereka sendiri, sebagai salah satu kunci strategis untuk kedaulatan dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan;
  2. Benih Asli Lokal sebagai kekayaan Sumber Daya Genetik keragaman hayati Indonesia dapat dikembalikan, dipelihara, dan dikembangkan, sebagai kunci strategis kedaulatan Indonesia atas pangan dan menjadi lumbung pangan dunia.

Untuk mewujudkan Visinya, Forum BLB menetapkan MISI gerakan BLB yaitu:

  1. Memastikan berkembangnya kembali pemuliaan benih lokal nusantara (heirloom seed) di seluruh Indonesia, melalui dikembangkannya jejaring pemulia, pengumpul, penggiat, pemerhati dari benih lokal nusantara;
  2. Mengembangkan upaya pelestarian plasma nutfah melalui perluasan jejaring BANK BENIH dan pendataan benih lokal nusantara, di seluruh Indonesia;
  3. Mengembangkan kelembagaan ekonomi untuk mendukung upaya membangun kedaulatan petani, kedaulatan atas pangan, dan keberlanjutan Gerakan BLB.

Forum BLB diinisiasi pada awal November 2016 oleh sejumlah penggiat gerakan Benih Lokal Berdaulat, diantaranya: Romi Abrori, Kurniawan Adi, Satria Wisada, Ahmad Ali Sufyan, Anas Mahfud, M. Arif Hidayat, Dewi Hutabarat, Syarifudin, Fajar Mujahiddin, Rajab, Dian Pratiwi Pribadi, dll. Jejaring penggiat benih lokal yang tergabung dalam Forum BLB telah membangun jejaring Bank Benih Lokal di berbagai wilayah dan terus bertambah.

Sebagai kelembagaan ekonomi yang diinisiasi oleh Forum BLB, KOBETA memperjuangkan terwujudnya VISI dan MISI Gerakan BLB, dan memiliki TUJUAN STRATEGIS yaitu untuk:

  1. Penopang logistik Gerakan BLB
  2. Memperluas pemanfaatan benih lokal di sebanyak mungkin industri tanaman pangan dan pakan
  3. Membangun kedaulatan petani dalam setiap langkah pengembangan usahanya

 

Aktivitas KOBETA berkonsentrasi pada 3 fungsi:

  1. Mendukung dikembangkannya penanaman tanaman pangan maupun pakan yang menggunakan benih lokal dan atau benih komposit produksi Balai Pembibitan nasional.
  2. Memberi akses bagi anggota Koperasi untuk mendapatkan benih lokal dan atau benih komposit bersertifikat.
  3. Mendukung upaya pemuliaan benih lokal dan perluasan produksinya agar dapat secara luas dimanfaatkan oleh petani.